Memasuki era digital ini, smartphone sudah menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Membaca berita, mendengarkan lagu, menonton video, belanja, update media sosial, semua itu sudah menjadi perilaku yang umum kita lihat jika seseorang sedang menggunakan smartphone. Melihat hal ini tentu menjadi ruang bagi brand untuk memasarkan produknya dalam bentuk digital.

Ada bermacam-macam platform yang bisa digunakan untuk memberikan brand Anda eksposur lebih salah satunya banner ads. Namun seberapa efektifkah banner ads untuk memasarkan produk Anda? 

Menurut penelitian dari Boston University tahun 2016, banner ads sebetulnya tidak efektif karena seringkali orang merasa terganggu ketika sedang berselancar di internet. 

Selain banner ads, ada juga native ads, platform yang lebih ramah untuk user. Mengapa? Karena native ads ditempatkan rapi dengan format in-feed ketika audiens sedang berselancar mencari kebutuhan informasinya. Seringkali, native ads tidak terlihat seperti iklan, yang membedakan native ads dengan konten editorial adalah tertulisnya “Sponsored” atau “Ads by” yang ada di dekat headline seperti judul berita jika dalam news) dan image.

Secara efektivitas, native ads bisa lebih menarik perhatian seseorang untuk mengklik tanpa merasa terganggu. Prinsipnya, native ads hanya mengandalkan headline dan image yang menarik untuk menarik hati target audiens untuk mengklik. Artinya, tidak ada unsur paksaan pada audiens untuk mengklik ads dalam native ads, mereka hanya mengklik jika memang tertarik. 

Dari penjelasan di atas, artinya memberikan kesimpulan bahwa native ads dapat mengurangi angka bounce rate dan punya conversion rate yang lebih tinggi dibanding banner ads.Hal ini juga dijelaskan dalam studi yang dilakukan Sharethrough, bahwa sekitar 52% konsumen lebih memilih melihat native ads dibandingkan dengan banner ads. Selain itu, native ads juga menarik konsumen untuk melakukan pembelian (action) sebesar 18% lebih tinggi dibandingkan banner ads. 

Membuat Audiens Menyukai Iklan Anda

Dari penjelasan di atas, mungkin Anda bertanya bagaimana native ads bisa bekerja secara efektif untuk menyasar target audiens tidak seperti banner ads. Seperti salah satu penyedia platform native ads, FreakOut dewina Indonesia, upaya yang dilakukan untuk menyasar audiens yang tepat adalah dengan memilih publisher yang kontekstual. 

Apa yang dimaksud dengan publisher kontekstual? Beberapa brand mempunya objektifnya masing-masing untuk mensukseskan campaign dan brand tersebut pasti memiliki pasar atau audiens yang sudah menjadi sasaran. Di sini, FreakOut dewina Indonesia memberikan beberapa pilihan publisher yang bisa meraih audiens tersebut.

Selain itu, FreakOut juga akan memberikan beberapa pilihan materi untuk image dan headline yang digunakan untuk menyasar audiens. Headline dan image adalah satu hal penting dalam yang harus dipikirkan dalam native ads. Pastikanlah, headline dan image bisa menarik perhatian audiens dan sesuai dengan objektif yang ingin dicapai oleh Anda.

Untuk mengoptimalkan, FreakOut juga memperhatikan kapan iklan Anda harus muncul. Ketahui jam prime time untuk sasaran target audiens Anda. Contohnya, jika target audiens Anda adalah pekerja kantor, Anda bisa menetapkan ads Anda di jam istirahat. Jangan sampai, ads Anda tidak maksimal karena salah menetapkan waktu prime time.

Ingin tahu lebih lanjut tips memaksimalkan native ads? Jangan lewatkan update menarik dari FreakOut!


× How can I help you?