Ketika menjalankan native ads, satu hal yang paling penting dalam campaign adalah headline dan image. Ibaratnya, kedua hal ini yang menjadi senjata utama dalam menjalankan native ads, maka keduanya harus sama-sama menarik target audiens untuk meng-klik iklan kita.

Seringkali, kita bingung membuat headline dan image yang menarik para audiens. Pertanyaannya adalah, bagaimana membuat headline dan image yang bisa menarik hati audiens? Tentu tidak ada jawaban yang pasti, namun ada beberapa hal yang harus selalu diperhatikan tentang headline dan image ketika kita menjalankan campaign dengan native ads.

Kenali audiens.
Untuk menyasar tepat kepada audiens, kenali betul siapa audiens kita. Apakah mereka laki-laki atau perempuan, pekerja kantoran atau ibu rumah tangga, dan lain sebagainya. Mengenali audiens dapat membantu kita memakai kata yang cocok untuk segmentasi tersebut. Misalnya, jika target audiens adalah anak muda milenial maka sebaiknya memakai bahasa yang kasual dan santai.

Perhatikan objektif campaign.
Membuat headline yang click bait bisa jadi efektif namun seberapa efektif kekuatannya untuk mencapai objektif campaign? Selalu ingat akan objektif campaign kita agar headline sesuai. Misalnya, objektif campaign ingin meningkatkan tingkat penjualan, tentu headline yang ditampilkan adalah harga promo/ diskon dari barang tersebut.

Gunakan beberapa alternatif headline.
Setiap kalimat mungkin bisa diartikan berbeda oleh setiap orang, dan headline yang menurut kita menarik hati audiens belum tentu demikian. Audiens A dan B pun punya perbedaan bahasa. Karena itu, menyiapkan beberapa alternatif headline untuk campaign sangat diperlukan. Apalagi, jika brand kita belum punya nama yang besar. Melakukan A/B test melalui headline bisa membantu kita untuk mencari tahu apa yang sebenarnya menarik untuk audiens di campaign selanjutnya.

Buat headline persuasif yang bisa menarik rasa penasaran.
Sebisa mungkin, headline bisa membuat orang merasa “diajak” oleh seseorang, hal ini bisa dilakukan dengan ajakan atau dengan cara menimbulkan pertanyaan. Kalimat yang menimbulkan pertanyaan biasanya bisa membuat seseorang terpacu untuk menemukan jawaban yang ada ketika mereka meng-klik.


× How can I help you?